RAPAT KURIA LEGIO MARIA DI PULANG PISAU

18582475_794293957402632_1763490414568698021_nRAPAT KURIA LEGIO MARIA DI PULANG PISAU

 

Minggu, 21 Mei 2017, anggota presidium Maria Ratu Para Rasul STIPAS Palangka Raya, akan menghadiri rapat kuria presidium di Pulang Pisau. Hanya para perwira berjumlah lima orang  yang akan mengikuti rapat tersebut, yakni: Bang Jefri, Kak Sinta, Yakobus, Fitria, dan Ranti. Kami berkumpul di Gereja Katedral paroki Santa Maria, pada pukul 06.00 WIB. Kami berangkat menggunakan mobil milik Paroki Yesus Gembala Baik yang dibawa oleh Pak Aston dan mobil milik Pak Wilhelmus. Setelah berkumpul semua, kami pun akhirnya memulai perjalanan kami menuju tempat tujuan.  Perjalanan yang ditempuh cukup panjang dan memakan waktu satu setengah jam.

Selama perjalanan kami asyik mengobrol dan tidak terasa kami pun akhirnya sampai di tempat tujuan, yakni Gereja Paroki Santo Gabriel Pulang Pisau. Kami pun bersalaman dengan semua perwira masing-masing presidium beserta umat yang telah menyambut kami. Kegiatan pun akan segera dimulai dengan mengikuti misa bersama umat di paroki tersebut beserta semua anggota dari tiap presidium. Misa dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin oleh Pastor Cornelius, CP dan Diakon Caris. Beliau memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada masing-masing anggota presidium keuskupan Palangka Raya yang berkenan hadir. Singkat kegiatan, misa pun telah berakhir pada pukul 09.30 WIB dengan penuh kehikmatan. Selagi menunggu kegiatan berikutnya, yakni persiapan rapat, umat paroki pun mengajak seluruh anggota presidium untuk menikmati beberapa cemilan dan minuman hangat yang telah disediakan.

Makan cemilan pun perlahan-lahan telah usai dan ruang rapat pun telah disiapkan, maka sudah waktunya bagi semua perwira dan anggota presidium untuk mengikuti rapat. Pada rapat presidium kali ini, akan membahas tentang penentuan pengurus baru Kuria. Rapat Kuria dimulai pukul 10.42 WIB dan dibuka oleh Pak Wilhelmus, serta Rosario dipimpin oleh Suster Elizabet. Setelah itu, bacaan rohani dibawakan oleh Suster Aplonia. Selanjutnya penerimaan tamu disambut oleh Ibu Yohana. Beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh presidium yang yang hadir saat itu. Berikutnya pembacaan Notulen rapat dibacakan oleh Ibu Wiwik sebagai sekretaris yang membacakan Notulen Rapat Kuria ke-28, Minggu, 30 April 2017. Setelah Notulen rapat usai dibacakan, maka dilanjutkan dengan presensi yang dibawakan oleh Bendahara. Singkat kegiatan, laporan dewan, laporan bendahara, serta surat-menyurat telah selesai dilakukan, maka dilanjutkan dengan kambali dengan Catena Legionis.

Setelah selesai Catena Legionis, berikutnya dilanjutkan dengan Alokusio yang dibawakan oleh Diakon Caris. Di dalam Alokusio tersebut, beliau memberikan keteladanan tentang Santo Yoseph yang patut dicontoh oleh semua orang. Selain itu pulan Santo Yoseph memiliki sifat yang begitu taat sebagai seorang yang menjaga keluarga kudus Nazaret. Setelah Alokusio berakhir, maka dilanjutkan dengan derma rahasia. Selagi derma rahasia diedarkan, kesempatan diberikan kepada masing-masing presidium untuk menyampaikan segala apresiasi selama menjalani kegiatan Legio Maria. Pertama dimulai dari laporan presidium Maria dari Fatima, laporan presidium Maria Ratu Para Rasul, laporan  presidium Maria Bunda Kita, presidium Bunda Penolong Abadi, presidium Maria Bunda Karmel, hingga akhirnya sepatah kata-kata dari Pastor Cornelius, CP, Suster Elizabeth, dan Suster Aplonia. Mereka menyampaikan kesannya di dalam kegiatan Legio Maria. Singkat kegiatan, setelah pembagian tugas telah dibagikan,  laporan perkembangan Legio telah dilaporkan, hingga persoalan lain-lain telah disampaikan, maka sampailah pada doa penutup sebagai berakhirnya rapat Kuria.

Kini tibalah saat yang paling dinanti, yaitu pemilihan pengurus Kuria terbaru.  Ada lima orang calon yang akan dipilih untuk menggantikan Pak Wilhelmus sebagai pengurus yang lama. Calon-calon tersebut antara lain: Bapak Wilhelmus, Ibu Yohana, Ibu Yohana S., Bapak Pati, dan Bapak Aston. Saat pemilihan akan dimulai, setiap presidium diminta untuk melaporkan hasilnya masing-masing tentang siapa yang akan dipilih, namun hasil menunjukkan bahwa Pak Wilhelmus lah yang mendapatkan banyak suara untuk tetap bertahan pada posisinya. Saat itu pula, ada beberapa orang yang sangat berharap dan memohon supaya Pak Wilhelmus dapat mempertahankan posisinya. Setelah ditentukan berkali-kali, akhirnya, harapan menjadi kenyataan. Rupanya Bapak Wilhelmus tetap menjadi ketua Kuria dan tidak jadi digantikan. Semua presidium yang hadir di sana bertepuk tangan dengan penuh kemeriahan karena posisi Bapak Wilhelmus tidak jadi digantikan.

Akhirnya kegiatan pun telah berakhir. Kegiatan rapat Kuria ditutup dengan makan bersama yang telah disiapkan oleh umat paroki. Setelah makan siang telah usai, kami pun berpamitan kepada Diakon, Pastor, setiap presidium, serta semua umat paroki.

Iklan

Tentang yakobuschristian

Saya akan terus berjuang meski badai menghadang
Pos ini dipublikasikan di berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s