KATEKETIK UMUM

Nama:Alberta ranti
Nim:Ik 2016-002
Tugas:kateketik Umum

Topik: Katekese Dalam Kegiatan Pastoral dan Misioner Gereja

Katekese sebagai suatu tahap Evangelisasi merupakan tahap yang mempunyai ciri khas yaitu terdapat dalam Direktorium Umum untuk katekese sudah cukup jelas diterangkan dengan mengetahui pengertian Katekese. Evangelisasi berasal dari kata evangeli merupakan injil harus diwartakan melalui kesaksian hidup. Anjuran Apostolik ‘’ Evanggeli Nuntiandi ‘’tentang pewartaan injil dalam dunia modern, tanggal 1975, dengan tepat menekankan bahwa pewartaan Injil yang bertujuan menyampaikan Warta Gembira kepada segenap umat manusia. Katekese memiliki tujuan khas Katekese yaitu membantu Allah mengembangkan iman yang baru mulai tumbuh dan dari hari-hari memekarkan menuju kepenuhan serta makin memantapakan perihidup Kristen umat beriman.
Katekese adalah mengembangkan pengertian tentang misteri Kristus dalam cayaha firman Allah, sehingga seluruh pribadi manusia diresepi oleh firman itu. Dalam berkatekese harus mempunyai sistem atau program-program yang tersusun disebut sistemastis. Ketika kita menggunakan katekese sistemastis akan orang semakin pahan dan mengerti yang kita sampaikan. Pada saat berkatekese, kita membagi atau mengetahui kepada orang lain tentang pengalaman yang kita miliki didalam pribadi.Misalnya pengalaman hidup selama mengikuti pendidikan Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS ) yang kita dapat dari teman, pastor,suster, dan lain-lain.
Katekese mempunyai hubungan batin dengan seluruh kegiatan liturgis dan sakramental. Untuk itu, hubungan Katekese dengan sakramen bernilai sangat tinggi dan setiap bentuk akan mengantar kepada sakramen-sakramen iman.Dengan adanya katekese dan sakramen akan menbantu umat agar memahami segala yang ada didalam liturgi Gereja. Jadi, pada intinya ketekese sungguh perlu baik bagi pendewasaan iman maupun bagi kesaksian umat Kristiani ditengah masyarakat : tujuannya ialah mendampingi umat Kristiani, untuk ‘’meraih kesatuan iman serta pengertian akan putera Allah, kedewasaan pribadi manusia, dan tingkat pertumbahan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Katekese erat sekali berkaitan dengan seluruh kehidupan Gereja.Di satu pihak pasti katekese itu suatu kewajiban yang bersumber pada perintah Tuhan,dan terutama bertumpu pada panggilan untuk melakukan pelayanan pastoral. Menurut pendapat saya, Katekese merupakan suatu proses pengajaran tentang iman akan Allah Tritunggal Mahakudus kepada umat agar iman dan kepercayaannya kepada Allah semakin menjadi berkembang menuju suatu kedewasaan iman dan agar bisa semakin menghayati bahkan mengimplementasikan kehidupan imannya dalam kehidupan sehari- hari, sehingga akan menjadikan dirinya selalu setia akan diri Allah sendiri yang telah berinkarnasi menjadi manusia dan sehingga umat semakin bisa menjawab tantangan zaman sekarang dengan iman serta kepercayaannya, dan agar umat tidak tergoda untuk meninggalkan Allah, yang terutama agar Manusia bisa menjalin hubungan dengan baik antar sesama manusia ( saling mengasihi dan mencintai sesama ) dan akan Allah sendiri.
Dewasa ini, Katekese mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan manusia sehari- hari, secara khusus didalam kehidupan umat Kristiani karena katekese merupakan salah satu cara untuk menstimulus atau memberikan rangsangan kepada umat agar bisa tumbuh dan berkembang dalam imannya. Kaum muda, biasanya terdiri dari remaja dan orang –orang dewasa, dengan adanya Katekese bagi kalangan mereka, maka akan menimbulkan suatu dampak positif, yaitu mereka akan lebih cenderung selektif dalam memilih teman, tetapi tidak bertingkah didalam bergaul dengan sesama, mereka bisa lebih menjaga perasaan orang lain melalui pembicaraan- pembicaraan mereka, mereka tidak akan mudah untuk terjerumus dengan pergaulan- pergaulan yang menyesatkan, mereka akan menjadi lebih berbakti kepada Orang Tua mereka, mereka secara langsung akan turut serta didalam kegiatan-kegiatan pastoral atau pelayanan kepada umat- umat yang membutuhkan pelayanan, secara perlahan didalam diri mereka akan tertanam suatu pengalaman atau experience dalam pelayanan kepada sesama sehingga akan membuat dia terpanggil untuk menjadi seorang pewarta sabda, dll.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Katekese mempunyai banyak manfaat didalam kehidupan kita sehari- hari, dan Katekesepun mempunyai manfaat pula didalam perkembangan gereja dewasa ini. Agar gereja dewasa ini makin berkembang didalam iman yang kuat dan kokoh dalam mengikuti Tuhan Yesus dengan sepenuh hati melakukan suatu pelayanan dan Misioner Gereja ditenggah umat yang yang belum pernah merasakan suatu pelayanan.Melakukan sebuah pelayanan itu harus kita imani dengan sungguh-sungguh dan rela hidup apa adanya demi mengkuti Yesus Kristus.
Menjadi seorang Misonaris itu harus sabar,rendah hati,dan rela berkorban dalam berbagai hal demi pewartaan sabda Allah ditengah umat dimanapun mereka berada seorang Misonaris adalah orang yang tangguh dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas Gereja.
Katekese berupaya mendorong umat untuk membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama maupun lingkungannya. Dalam hal ini, proses katekese yang bertujuan mematangkan dan mendewasakan iman harus dilaksanakan secara sadar dan terencana dengan penuh tanggung jawab (tidak “improvisasi”). Katekese harus memperhitungkan situasi peserta (latar belakang, psikologi, minat, kebutuhannya). Dalam hal ini katekese harus menjadi lebih kontekstual. Proses katekese adalah proses pendidikan iman yang membebaskan. Dalam proses katekese setiap pribadi dihargai martabatnya sederajat, di mana setiap orang bebas mengungkapkan pengalaman imannya tanpa rasa takut. Dalam hal ini setiap pengalaman iman dari masing-masing pribadi harus dilihat sebagai pengalaman yang dapat memperkaya sesamanya dalam proses berkatekese. Katekese diharapkan membangun iman yang “terlibat’ (mendorong “aksi” nyata).

Pendamping katekese adalah “fasilitator” yang memudahkan terjadinya komunikasi iman. Untuk itu, tidak tepatlah kalau pendamping bertindak sebagai orang yang ‘maha tahu’ apalagi sebagai penceramah yang mendominasi proses pertemuan.
Proses katekese harus mampu “menjemput/menyentuh” pengalaman hidup ataupun pengalaman iman antara manusia dan Allah.Sarana maupun metode katekese yang diupayakan, semuanya bertujuan untuk memudahkan terjadinya komunikasi iman. Pemikiran bahwa dalam pertemuan katekese “yang penting asal diisi dengan banyak kegiatan bagi umat” Katekese hanya salah satu dari upaya-upaya pastoral secara menyeluruh. Proses perkembangan iman harus dilengkapi dengan upaya-upaya pastoral yang lain.
Katekese memberitakan Sabda Allah
Sabda Allah yang terbaca dalam Kitab Suci memuat berita tentang penyelamatan umat manusia dari pihak Allah yang memuncak dalam diri Yesus Kristus. Dalam diri Kristuslah, terdapat puncak segala wahyu. Sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya adalah peristiwa definitif penyelamatan manusia menuju pertemuan abadi dengan Allah agar manusia bertemu secara pribadi dengan Kristus. Katekese adalah pewartaan diri Kristus. Yesus Kristus dalam kepenuhan pribadi-Nya adalah pusat yang tak dapat dibantah dalam katekese. Itulah sebabnya katekese haruslah bersifat kristosentris, berpusat pada Kristus. Seorang pewarta, seperti katekis atau tenaga pastoral pada umumnya, perlu menyadari sungguh-sungguh bahwa yang ia wartakan kepada umat adalah Kristus; sedangkan ia sendiri adalah alat di tangan Kristus, agar tercipta pertemuan pribadi manusia dengan Kristus, Sang Guru Ilahi.
Katekese Mendidik Untuk Beriman Iman sungguh anugerah dari pihak Allah sehingga seseorang terpaut pada-Nya (bdk. Yoh 6:65-66), berserah diri dan menaati Allah. Peranan manusia sifatnya sekunder. Namun manusia perlu menciptakan suasana agar iman itu kian dirasakan, bertumbuh, dan berbuah. Dalam hal ini katekese itu penting. Katekese mencari kemungkinan agar jawaban manusia terhadap tawaran Allah (yang termuat dalam teks-teks Kitab Suci) dapat terwujud dengan semestinya. Katekese menolong agar umat terpikat pada diri Allah, yang diwartakan oleh Yesus Kristus dan agar mereka terdorong untuk melakukan kehendak dan perintah Allah. Dengan demikian diharapkan tercapailah pembaruan dalam hidup manusia. Manusia yang hidup pada zamannya dalam konteks budaya tertentu menjadi manusia rohani yang hidup lebih bekenan di hadapan Allah. Iman yang dihidupi senantiasa membutuhkan pengembangan yang berproses. Maka dalam katekese ada 3 komponen penting yaitu: 1. Kognitif: dalam berkatekese disajikan pemahaman agar orang semakin yakin dan dapat bertanggungjawab atas iman atau agamanya; 2. Afektif: dalam berkatekese.
Katekese Mengembangkan Gereja Umat Allah yang mengimani Kristus sebagai Pemimpin dan Juruselamatnya disebut Gereja. Kegiatan/usaha mengukuhkan persaudaraan Gerejawi dan untuk mengobarkan semangat iman anggota Gereja termasuk tugas utama katekese. Tidak ada katekese yang benar kalau bukan dalam konteks kegerejaan. Dokumen Catechesi Tradendae mengatakan: Katekese di masa lampau maupun di masa mendatang selalu merupakan karya yang harus termasuk tanggung jawab Gereja, dan yang oleh Gereja memang harus diinginkan sebagai salah satu tanggungjawabnya. Tetapi para anggota Gereja mengemban tanggung jawab yang berbeda-beda, tergantung dari perutusan mereka masing-masing”.
Perkembangan suatu Gereja pun sangat tergantung pada usaha-usaha katekese menyebarkan sabda penyelamatan Allah kepada manusia. Gereja ada, berkembang dan menyebar karena aktivitas kateketis. Bahkan lewat katekese, gereja sendiripun semakin dibarui, dalam arti bahwa katekese memberi penilaian kritis terhadap keberadaan gereja dalam zaman yang terus berubah.
Demi mengembangkan Gereja, dibutuhkan suatu program katekese yang menyeluruh dan berkesinambungan sejak usia dini sampai usia lanjut ( katekese anak-anak, katekese remaja, katekese orang dewasa, katekese usia lanjut) serta katekese bagi kelompok-kelompok kategorial. Berkaitan dengan ini Kardinal Carlo Maria Martini pernah mengatakan bahwa keempat Injil itu adalah sebuah katekese yang berkelanjutan dalam Gereja Purba: Injil Markus adalah buku katekese untuk para katekumen, orang yang dipersiapkan untuk dibaptis; Injil Matius adalah buku katekese untuk orang yang telah dibaptis dan secara khusus untuk para katekis; Injil Lukas adalah buku katekese untuk orang yang telah dibaptis dan secara khusus bagi para teolog; Injil Yohanes adalah buku katekese untuk orang yang telah dewasa dalam iman dan khususnya bagi para imam. Jadi, Gereja dapat bertumbuh dan berkembang kalau katekese berjalan lancar dan dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan.
Dalam menyampaikan katekese juga harus mempunyai pribadi yang terbesar,selalu menggetarkan bila menyaksikan orang jadi mengenal Kristus,ada kegembiraan khusus dan yang memuaskan melihat orang-orang yang telah kita beri waktu,kasih dan doa menjadi menerima Kristus dan tumbuh hidup rohaninya.Rasul Yohanes mengatakan:”bagiku,tidak ada suka cita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran”(3 Yoh 4).

Sumber :buku CATECHESI TRADENDAE(Penyelenggaraan Katekese)
EVANGELII NUNTIANDI(Mewartakan injil)
Buku:Pewartaan Kabar Baik
INSTITUT PASTORAL INDONESIA
MALANG 1994

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kateketik Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s