Tugas kateketik umum

NAMA            : ANASTASIA WINARTI MARDIANSYAH

NIM                : IK 2016 003

MK                  : KATEKETIK UMUM

 

 

 

“PERANAN KATEKIS DALAM MEMBANTU MEMBINA IMAN UMAT”

 

  1. KATEKIS

Pada pertemuan nasional Katekis yang pertama tahun 2005 di Jakarta, para katekis lapangan mencoba merumuskan peran dan identitasnya dalam Gereja Katolik Indonesia. Ada beberapa refleksi kritis oleh P. Budi Kleden, SVD setelah mengikuti proses diskusi dan sharing para peserta. Terdapat variasi cukup besar ketika kelompok-kelompok diskusi berbicara tentang identitas katekis. Masing-masing keuskupan mempunyai pemahaman yang berbeda-beda mengenai siapa katekis itu:

  1. Ada yang memahami katekis sebagai mereka yang bekerja di bidang                                                   pewartaan, dalam hal ini semua orang yang bekerja dalam bidang                                        pewartaan entah purnawaktu atau paruh waktu disebut katekis,                                                             apapun latarbelakang keahliannya. Mereka itu terpanggil untuk terlibat                                          dalam tugas pewartaan Gereja. Pemahaman seperti ini, yang                                                   dimasukkan kelompok katekis adalah mereka yang menjalankan tugas-                                         tugas pendampingan iman, mempersiapkan penerimaan sakramen-                                                   sakramen, memimpin/memandu katekese umat, dll.
  2. Ada yang rnenempatkan katekis sebagai kaum awam yang terlibat                                            dalam karya pastoral gereja, seperti pendampingan kaum muda,                                                       pendampingan kaum buruh, bahkan pemimpin ibadat.
  3. Ada pula yang memahami katekis sebagai orang yang mempunyai pendidikan formal sebagai katekis, tepatnya yang mempunyai ijazah pendidikan Tinggi Kateketik, entah itu D2, D3 ataupun S1. Atas dasar gagasan ini dikatakan bahwa mereka ini semua katekis, entah kini sedang bertugas di mana. Karena itu ada katekis yang menjadi auggota DPR, ada katekis yang menjadi Bupati, tanpa secara langsung menjalankan karya katekese

Dari tiga pengelompokan ini maka perlu diperjelas, katekis itu suatu fungsionaris dalam Gereja, atau suatu status hidup. Kalau status, maka identitasnya terkait dengan katekis itu sendiri, entah di manapun kedudukannya. Bila katekis itu suatu fungsionaris dalam Gereja, maka perlu diperjelas manakah kekhasan karya katekese itu dalam keseluruhan reksa pastoral Gereja. Peran khas katekese kiranya lebih menyangkut pendampingan umat beriman dalam rangka pengembangan imannya, baik proses mengenal iman maupun sesudah ia beriman. Apakah di sini katekese perlu dibedakan dan fungsi pewartaan lainnya, pewartaan ke luar misalnya?

Tugas pewartaan merupakan tugas seluruh umat beriman, maka setiap umat beriman berhak dan wajib menjalankan tugas pewartaan itu. Hanya masing-masing menurut bidangnya serta kemampuannya. Dalam rangka ini perlu diadakan pembedaan-pembedaan, mengenai macam-macam petugas yang menjalankan fungsi katekese dalam hidup Gereja. Ada katekis-katekis di tingkat akar rumput, yang sungguh-sungguh muncul dari jemaat. lni sesuai dengan cita-cita pemberdayaan komunitas-komunitas basis, yang mengandaikan gerak hidup dari jemaat terkecil itu sendiri. Sementara itu, bila kita berbicara mengenai katekese umat, maka umat beriman dalam tingkat paling kecillah yang harus menjadi subyek katekese. Di samping itu, perlu mereka yang lebih ahli untuk meneguhkan dan menyegarkan kemampuan mereka untuk mendampingi jemaat. Di sinilah dituntut orang yang lebih mengenal ajaran iman, dan lebih kreatif mencari model-model katekese.

Kita petlu bertolak dari pandangan bahwa katekese adalah pengambilan bagian dalam tugas mengajar seluruh Gereja. Seluruh Gereja mengambil bagian di dalam tritugas Kritus: sebagai imam, gembala dan nabi. Sebab itu, yang berkatekese bukan hanya para katekis. Semua orang yang sudah dibaptis mengambil bagian dalam tugas ini dan bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
Namun, agar semua orang beriman dapat melaksanakan tugas pewartaan ini dengan benar sesuai semangat Roh Kudus, maka diperlukan orang-orang khusus yang mendampingi mereka. Tugas orang-orang khusus ini adalah untuk mengajar, agar orang yang diajar dapat berkembang dalam iman dan menjadi pewarta menurut kesaksian hidupnya. Orang-orang khusus tersebut adalah para katekis. Sebab itu, seorang katekis sebagai seorang yang secara khusus merasa terpanggil oleh Roh dan mendapat penugasan dari Gereja untuk mengajarkan iman, agar semua orang yang mengenal Kristus bertumbuh dalam iman dan menjadi saksi-Nya yang hidup. Di sini kita perlukan dua hal: panggilan dari Roh Kudus dan penugasan dari Gereja. Kita sebenarnya berbicara tentang kharisma dan jabatan. Menjadi katekis adalah kharisma sekaligus satu jabatan pelayanan di dalam Gereja.

Kekhususan yang dimaksudkan di sini bukan ditentukan oleh waktu dan pendidikan. Yang dimaksudkan adalah profesionalitas artinya orang yang dalam kenyataan melaksanakan tugas mengajar di atas. Juga seorang katekis paruhwaktu dan katekis akademis, dapat berperan sebagai katekis dalam pengertian sempit di atas. Kita dapat menganalogikan peran seperti ini dengan teologi tentang imamat di dalam Gereja katolik, Di sini kita mengenal imamat rajawi (imamat seluruh umat beriman) dan imamat jabatan atau imamat pelayanan (tertahbis). Tugas dan makna imamat jabatan selalu dikaitkan dengan imamat umum seluruh umat beriman: imamat jabatan melayani imamat orang beriman, agar mereka dapat melaksanakan perannya sebagai pengantara dan pengudus. Hal yang sama dapat dikatakan tentang peran katekis dan tugas pewartaan seluruh Gereja.

 

1.Siapakah Katekis menurut Dokumen Gereja?

Dalam Gereja terdapat perbedaan dalam hal pelayanan tetapi satu tubuh. Dari Kristus “seluruh Tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya” ( Kol 2:19). Tuhan membagi-bagikan karunia-karunia pelayanan dalam tubuhNya (LG 7). Berkat kekuatanNya, kita saling melayani dengan karunia-karunia yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita demi untuk membentuk tubuh Kristus yang sempurna. Satu daripada karunia pelayanan yang dianugerahkan dan diawali oleh Yesus sendiri ialah katekese. Pelayanan katekese tidak boleh dipisahkan dengan Gereja dan merupakan hati kepada semua pelayanan dalam Gereja. “Catechesi Tradendae” menyatakan bahawa dalam semua pelayanan Gereja, katekese mendapat tempat yang paling utama dan istemewa (CT.13). Katekese mempersiapkan umat Allah untuk hidup dalam komunitas dan mengambil bahagian secara aktif didalam kehidupan dan misi Gereja. Dokumen ini seterusnya menjelaskan bahawa jika katekese dijalankan dengan baik dan sistematik, pelayanan-pelayanan yang lain dalam Gereja tidak akan menghadapi banyak masalah (CT 63).

Adapun beberapa dokumen Gereja yang menjelaskan siapakah katekis dan perannya adalah:
– Catechesi Tradendae (1977): Katekis adalah umat awam yang telah melalui          pembentukan/kursus dan hidup sesuai dengan Injil. Secara ringkasnya, katekis adalah             seorang yang telah diutus oleh Gereja, sesuai dengan keperluan setempat, yang tugasnya    adalah untuk membawa umat untuk lebih mengenali, mencintai dan mengikuti Yesus.

– Redemptoris Missio (1990): Menggambarkan katekis sebagai “pelayan, saksi, penginjil dan tulang punggung Komunitas Kristiani, terutama bagi Gereja-Gereja yang masih muda.

– Guide for catehists (1993): menyatakan bahawa tugas katekis berkait erat dalam tugas-tugas misionaris. Mereka bukan saja komited di dalam mempersiapkan umat untuk menerima sakramen-sakramen (Pembaptisan, Penguatan, pengakuan dan Ekaristi) tetapi juga sebagai saksi, dan melibatkan diri dalam mempertahankan hak-hak asasi manusia, inculturasi dan dialog.

– General Directory for Catehesis (1997): Katekis adalah sebagai guru, pendidik dan saksi Iman.

 

2.Tugas seorang Katekis
Tugas seorang katekis antara lain sebagai berikut:

– Guru Pendidikan agama (Katekese): Sekolah Minggu, Komuni Pertama, Penguatan, dll

– Pendamping/Pemandu Katekese keluarga, pembentukan iman untuk kaum muda dan      dewasa.
– Memimpin doa dalam komunitas (KBG) atau memimpin ibadat sabda) terutama sekali    waktu tidak ada pastor Paroki.
– Memimpin doa misalnya pada acara pemberkatan dan memberi komuni kepada orang      sakit, ibadat untuk orang mati .
– Membantu pengelolaan pastoral Paroki.

– Melatih orang lain untuk menjadi katekis di komunitas basis.
– Mempromosikan nilai-nilai hidup manusia seperti keadilan, kejujuran, dsb.

 

3.Pelayanan Seorang Katekis

Menurut General Directory for Catehesis (1997), “katekese merupakan pelayanan Gereja   yang fundamental, yang tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan Gereja. Katekese     bukanlah suatu karya yang diwujudkan dalam komunitas komunitas berdasarkan alasan       pribadi atau semata-mata karena prakarsa pribadi. Pelayanan katekese dilaksanakan atas        nama Gereja dengan mengambil bagian dalam perutusannya. Pelayanan kateketik di                      antara semua pelayanan dan karya Gereja memiliki karakter sendiri yang muncul dari         peran kegiatan khusus kateketik dalam proses evangelisasi. Tugas katekis sebagai   pendidik dalam iman, berbeda dari petugas pastoral lainnya (liturgis, karikatif, sosial,       dll)”.

Mengingat karya seorang katekis adalah atas nama Gereja dan bukan atas               prakarsa pribadi maka pada umumnya para katekis dilantik oleh Uskup sebagai         pemegang hak magisterium Gereja. Oleh karena itu diharapkan katekis diterima oleh   umat. Sebagai seorang katekis mereka diharapkan :

  1. Telah dibaptis, menerima sakramen Ekaristi atau komuni pertama dan sakramen penguatan
    b. Bersedia untuk melayani dan komited.
    c. Hidup doa dan kehidupan Katolik yang baik.
    d. Iman yang teguh dan mempunyai pengetahuan tentang agama yang diimani.
    e. Bebas dari hukum kanonik
    f. Mempunyai penampilan yang sesuai dengan ajaran Kristus.
    g. Memiliki nama baik, sebagai peribadi maupun keluarga.

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kateketik Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s