PASTORAL DASAR

NAMA            : THERESIA LEDA MAMA

NIM                : IK 2016 015

SEMESTER    : III (TIGA)

 

DOA AKU PERCAYA

AKU PERCAYA AKAN ALLAH, BAPA YANG MAHA KUASA, PENCIPTA LANGIT DAN BUMI. DAN AKAN YESUS KRISTUS, PUTERANYA YANG TUNGGAL, TUHAN KITA. YANG DIKANDUNG DARI ROH KUDUS, DILAHIRKAN OLEH PERAWAN MARIA. YANG MENDERITA SENGSARA, DALAM PEMERINTAHAN PONTIUS PILATUS, DISALIBKAN, WAFAT DAN DIMAKAMKAN. YANG TURUN KETEMPAT PENANTIAN, PADA HARI KETIGA BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI. YANG NAIK KE SURGA, DUDUK DISEBELAH KANAN ALLAH BAPA YANG MAHA KUASA. DARI SITU IA AKAN DATANG MENGADILI ORANG HIDUP DAN MATI. AKU PERCAYA AKAN ROH KUDUS, GEREJA KATHOLIK YANG KUDUS, PERSEKUTUAN PARA KUDUS, PENGAMPUNAN DOSA, KEBANGKITAN BADAN, KEHIDUPAN KEKAL. AMIN

 

BAB SATU
KEMAMPUAN MANUSIA UNTUK MENGENAL ALLAH
Engkau telah menciptakan kami untuk Diri-Mu,
dan tidak tenanglah hati kami
sampai kami beristirahat dalam Engkau”
(Santo Agustinus)

  1. Apa rencana Allah untuk manusia?


    Allah, yang sempurna dan penuh bahagia, berencana membagikan kebaikan-Nya dengan menciptakan manusia agar manusia ikut ambil bagian dalam
kebahagiaan-Nya. Dalam kepenuhan waktu, ketika saatnya tiba, Allah Bapa
mengutus Putra-Nya sebagai Penebus dan Penyelamat manusia, yang sudah
jatuh ke dalam dosa, memanggil semuanya ke dalam Gereja-Nya, dan melalui
karya Roh Kudus, mengangkat mereka sebagai anak-anak-Nya dan pewaris
kebahagiaan abadi.

  1. Mengapa manusia mempunyai kerinduan akan Allah?


    Allah, dalam menciptakan manusia menurut citra-Nya, telah mengukirkan
dalam hati manusia kerinduan untuk melihat Dia. Bahkan walaupun kerinduan
ini diabaikan, Allah tidak pernah berhenti menarik manusia kepada dirinya karena hanya dalam Dialah manusia dapat menemukan kepenuhan akan
kebenaran yang tidak pernah berhenti dicarinya dan hidup dalam kebahagiaan.
Karena itu, menurut kodrat dan panggilannya, manusia adalah makhluk religius
yang mampu masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Hubungan akrab dan
mesra dengan Allah mengaruniakan martabat kepada manusia.
27-30
44-45
1-25
”Betapa besar dan sungguh agunglah Engkau, ya Allah. …
16

  1. Bagaimana mungkin manusia mengenal Allah hanya melalui terang

Dengan bertolak dari ciptaan, yaitu dari dunia dan pribadi manusia, hanya
melalui akal budinya manusia dapat mengenal Allah secara pasti sebagai asal
dan tujuan alam semesta, sebagai kebaikan tertinggi, dan sebagai kebenaran dan
keindahan yang tak terbatas.

  1. Apakah terang akal budi saja sudah memadai untuk mengenal misteri
    Allah?

Jika hanya melalui terang akal budi saja, manusia mengalami banyak
kesulitan untuk mengenal Allah. Dengan kekuatannya sendiri, manusia sungguhsungguh tidak mampu masuk ke dalam kehidupan intim misteri ilahi. Karena
itu, manusia membutuhkan pencerahan melalui wahyu; tidak hanya untuk
hal-hal yang melampaui pemahamannya, tetapi juga untuk kebenaran religius
dan moral, yang sebenarnya tidak melampaui daya tangkap akal budi manusia.
Mudah oleh semua manusia, secara pasti, dan tanpa kesalahan.

  1. Bagaimana kita dapat bicara tentang Allah?


    Lainnya, yang – meskipun terbatas – merupakan cerminan kesempurnaan Allah
sejauh itu mungkin walaupun harus kita sadari bahwa kita tidak akan pernah dapat
mengungkapkan misteri Allah yang tak terbatas.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pastoral Dasar, Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s