TUGAS PASDA

NAMA:ALBERTA RANTI
NIM:IK 2016-002
SEMESTER:III

BACAAN INJIL Matius(21:28-32)

Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

RENUNGAN/HOTBAH
Selamat Pagi Pastor, Suster, Bapak, Ibu serta Saudara- Saudari Yang Terkasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus. Pada pagi yang cerah ini mari kita mengucapkan syukur an selalu bersyukur karena Tuhan masih mengasihani kita dan memberikan kita kesehatan.
Pada Bacaan Pertama hari ini Allah memberikan pertanyaan kepada orang-orang Israel yang mengatakan bahwa “ Tindakan Tuhan tidak tepat !” serta Allah menanyakan tindakan Ia atau tindakan mereka yang tidak tepat, Allah menegaskan kepada orang Israel “ Barangsiapa yang bersikap curang maka ia akan mati karena kecurangan yang ia lakukan.” Tetapi bila orang berdosa bertobat dan melakukan kebenaran maka ia akan menyelamatkan nyawanya. Di dalam hidup kita sering melakukan kecurangan demi mencapai apa yang kita inginkan, tetapi tanpa kita sadari kita mengorbankan banyak orang karena kecurangan kita, dan kita sama sekali tidak ingin memperdulikan hal itu bahkan dosa sekali pum karena sering orang berpikir bahwa “ Tuhan akan mengampuni Dosa saya”.
Dan Pada Bacaan Injil pada hari ini Tuhan menegur kefasikan orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat dalam sebuah cerita dimana di situ “ Ada dua orang anak yang di suruh oleh bapanya untuk bekerja di kebun anggur, Anak yang sulung mengatakan iya tetapi tidak melaksanakannya sedangkan anak bungsu mengatakan tidak mau tetapi kemudian menyesal dan pergi untuk bekerja di kebun anggur tersebut.” Di dalam hidup sering kita melakukan apa yang di perbuat oleh anak sulung tersebut kita sering menjawab Iya demi menyenangkan hati Bapa tetapi kita tidak melakukan, sesungguhnya sifat seperti itulah yang membuat Bapa kecewa. Sejenak saya teringat dengan pengalaman masa kecil saya, saya sering berkata tidak mau ketika saya di suruh oleh ibu saya, tetapi saya berdiam dan berpikir akhirnya saya melakukan apa yang diperintahkan ibu saya karena saya takut bila nanti saya dimarahi dan membuat ibu saya kecewa. Tetapi kita saya bertumbuh remaja ini saya sering menunda nunda pekerjaan dan akhirnya tidak melaksanakannya dan sering juga saya dimarahi oleh ibu saya karena sikap saya yang menunda-nunda waktu tersebut. Dengan cerita pengalaman pribadi saya serta cerita yang di sampaikan Yesus kepada orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat , Yesus menegaskan bahwa sesunguhnya mereka yang berdosa contohnya seperti pemungut cukai dan pelacur yang menyesali dan bertobat serta percaya kepada-Nya lah yang akan lebih dulu masuk kerajaan Surga, Sebab “Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, tetapi kamu tidak percaya tetapi mereka yang berdosa menyesal dan percaya kepadanya, meskipun kamu melihat nya, tetapi kamu tetaptidak menyesal daan juga tidak percaya.
Semoga Renungan singkat ini menjadi berkat serta menyadarkan kita bahwa kita Sebagai Anak Allah hendaknya melakukan apa yang diperintahkan dan percaya kepada-Nya agar kita ikut masuk menikmati kerajaan surgawi. Janganlah kita seperti orang farisi dan ahli taurat yang melihat tetapi tidak menyesal serta tidak percaya. Semoga kita dapat mewujudnyatakan Sabda Tuhan ini dalam kehidupan kita sehari- hari bukan hanya berkata iya tetapi tidak melakukannya, tetapi pergi dan lakukanlah apa yang diperintahkan Bapa. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pastoral Dasar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s