Renungan EDa

Nama : Aguseda Meraiyoel Jaya

NIM   : IK 2016 001

MK    : Pastoral Dasar

 

BACAAN INJIL DAN RENUNGAN

MINGGU BIASA KE- XXV

 

 

Bacaan Injil

P:    Semoga Tuhan selalu Beserta Kita

U:   Sekarang dan Selama-lamanya

P:    Inilah InjilYesus Kristus menurut Santo Matius (20:1-16a)

U:   Dimuliakanlah Tuhan.

Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.  Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.

P:    Demikianlah Injil Tuhan.

U:   Terpujilah Kristus.

 

  1. Homili / Renungan

Dalam bacaan injil hari ini sangat tegas menegaskan kepada kita bahwa seseorang haus bertindak adil kepada setiap orang seperti yang dikatakan oleh Tuhan kepada pekerja di kebun anggurnya, Tuhan membayar upah kepada pekerja anggur baik yang bekerja yang terdahulu maupun yang terakhir iya membayar sama satu dinar. Seringkali yang terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari jika kita memberika upah yang lebih kepada seseorang pekerja diatara satu dengan yang lain pasti ada yang iri hati kepada sesamanya bahkan didalam suatu pekerjaan berusaha saling menjatuhkan terhadapsatu dengan yang lain. Maka marilah kita sebagai umat Allah yang baik hendaknya kita meneladani sikap Tuhan Yesus yang murah hati dan selalu mengampuni orang lain dengan penuh cinta kasih dengan membantu mempekerjakan orang yang pengangguran di kebun anggurnya orang merasa tertolong, bahkan Tuhan membayar upah mereka sama dengan yang bekerja terdahulu. Jadi di mataTuhan semuanya sama tidak ada yang kaya dan tidak ada yang miskin. Di dalam injil tadi sudah dikatakan bahwa orang yang terdahulu bisa saja akan menjadi  yang terakhir sedangkan orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu, hendaknya kita sebagai umat Allah harus selalu rendah hati dan rendah diri karena dihadapan Tuhan kita semua itu sama.

Semoga dengan renungan Injil pada hari ini dapat mengubah sikap dan pribadi kita untuk semakin bersyukur kepada Tuhan kerena selalu mengampuni dan mendampingi kita di setiap waktu, semoga kita juga menjadi orang yang rendah hati dan rendah diri di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama kita. Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. Amin.

 

  1. Syahadat

P:   Saudara-saudari yang terkasih marilah kita bangkit berdiri untuk      menyatakan iman dan kepercayaan kita.

U: Aku Percaya akan Allah Bapa yang Maha Kuasa pencipta langit dan bumi dan akan Yesus Kristus Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita. Yang dikandung oleh Roh Kudus dilahirkan oleh Santa Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat, dan di makamkan yang turun ketempat penantian pada hari ke tiga Ia bangkit dari antara orang mati.Ia naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Kuasa.dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan yang kekal, Amin.

 

  1. Doa Umat

P:    Saudara-saudari yang terkasih,Allah member anugerah kepada kita dengan murah hati. Orang yang datang paling terakhir dan orang yang datang paling awal diperlakukan sama. Percaya akan kebijaksanaan Allah, marilah kita memohon dengan rendah hati.

  1. Bagi Gereja Gudus

Semoga Tuhan menganugerahkan sikap ramah dan penuh perhatian  kepada  umat-Nya, agar kita tidak saling merendahkan dan membeda-bedakan.

Marilah kita mohon…

  1. Bagi para pemimpin Negara

Semoga Allah Bapa berkenan mempin hati dan budi mereka, agar mampu melayani semua pihak tanpa pilih-pilih  semoga mereka mengutamakan perhatianya kepada orang-orang  kecil yang memerlukan bantuan nyata. Marilah kita mohon…

  1. Bagi saudara-saudari tunakarya.

Semoga mereka bertemu dengan orang-orang yang bersedia menolong mereka dalam usahanya mendapatkan pekerjaan yang layak.

Marilah kita mohon…

  1. Bagi kita semua yang hadir disini.

Semoga Tuhan menganugerahkan kepada kita sikap sikap melayani sesame tanpa pamrih, tanpa mengharapkan sanjungan dan keuntungan. semoga kita bersedia melayani dengan tulus dan murah hati. Marilah kita mohon…

P:    Marilah hening sejenaknnuntuk menyampaikan permohonan kita masing-masing di dalam hati kita… ( hening sejenak ).

P:    Ya Tuhan, Kami hanyalah hamba-hamba yang tak berguna. Kami sangat memerlukan rahmat-Mu dalam hidup bersama di tengah masyarakat. Dengarlah doa-doa kami ini, dalam kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

  1. Kolekte Lagu Persiapan Persembahan

 

  1. Doa Persembahan

P:    Ya Bapa disurga, kami percaya bahwa Engkau memperhatikan kami umat-Mu, sebagaimana telah Engkau laksanakan dalam diri Yesus, Putra-Mu. Dengarkanlah doa-doa kami yang kami sampaikan dalam nama putra-Mu. demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa

U:   Amin.

 

  1. Doa Persiapan Persembahan

P :   Allah ,Bapasum berkehidupan, kami bersyukuratasrahmat dan Karunia-Mu sepanjanghidup kami. YaBapa kami mohon kapada-Mu satukan segala doa dan persembahan kami ini dengan berkat Karunia-Mu. Doa dan persembahan ini kami serahkan dengan perantaraTuhan kami Yesus Kristus yang bersatu Dengan Dikau dan Roh Kudus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

U : Amin.

 

  1. Doa Pujian

P :   Saudara-saudari terkasih, setelah menyadari karya keselamatan Allah bagi kita, marilah kita  memuji Dia :

5      5   |   1    1       7       6     7       7  |    1    .  0||

P:   Ter-  pu-    ji-   lah,   Eng-  kau  di    sur-     ga.

U :  Ter- pu-   ji-   lah,   Eng- kau  di    sur-    ga.

 

RITUS  KOMUNI

  1. Doa Tanpa Komuni

P:    Saudara-saudari, pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni Kudus, maka bersama dengan saudara-saudari separoki yang menyambut Komuni, marilah menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita.

 

  1. Doa Bapa Kami

P:    Saudara-saudari terkasih, kita telah dipesatukan oleh iman yang sama. Maka, sebagai putra-putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

P+U: Bapa kami yang ada disurga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajan-Mu jadilah kehendak-Mu diatas bumi seperti di dalam surga, berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

 

  1. Doa Damai

P:    Saudara-saudari, Tuhan Yesus Kristus bersabda kepada para rasul, “ Damai ku tinggalkan kepada-Mu.” Maka marilah kita mohon kepada-Nya.Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah, iman Gereja-Mu, dan restuilah kami, supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dangan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa

U : Amin.

P :   Marilah kita saling memberikan salam damai.

 

  1. Doa Komuni Batin

P:    Saudara-saudari terkasih, Yesus bersabda, “ kamu memang sudah bersih  karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku dalam kamu. Samaseperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”

Oleh Karena itu, marilah kita duduk dalam keheningan untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang kini hadir bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P:    Yesus datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti Hati-Mu.

U:   Yesus datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti Hati-Mu.

 

RITUS PENUTUP

  1. Pengumuman

 

  1. Amanat Pengutusan

P:    Saudara-saudari yang terkasih. Hari ini santo Paulus berkata, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja member buah. Hidup dengan semangat Paulus seperti ini kiranya akan menjauhkan kita dari sikap iri hati. Perbedaan yang ada di antara kita justru untuk saling melengkapi dan menghasilkan buah yang melimpah. Apakah talenta yang kita miliki sungguh digunakan untuk membangun kebaikan bersama ? kepedulian dan kemurahan hati Allah hendaknya menjadi pegangan bagi hidup kita.

 

  1. Doa Penutup (berdiri)

P:    Allah Bapa, Maha Penyayang, dalam diri Yesus putra-Mu .

Engkau telah menunjukan arti keadilan dan cinta kasih. Kami mohon perkenankanlah kami, yang memuiakan dikau dalam perayaan Sabda ini,  hidup pantas selaras dengan kehendak-Mu Satukanlah arah pandang kami dengan pandangan Yesus, Putra-Mu dalam melayani sesame kami. Dengan  pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasasepanjang segala masa.

U:   Amin.

 

  1. Berkat

P:    Marilah kita bangkit berdiri untuk mohon berkat Tuhan

Semoga Tuhan selalu beserta kita.

U:   Sekarang dan selama-lamanya.

P:    Semoga kita semua diberkati oleh Allah yang Mahakuasa dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U:   Amin.

 

  1. Pengutusan

P :   Saudara-saudari sekalian, ibadat kita pada hari ini sudah selesai.

U :  Syukur kepada Allah.

P :   Marilah kita pergi membawa cinta kasih Tuhan.

U : Amin.

 

  1. Nyayian Penutup Mb: 308

 

 

Iklan
Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

TUGAS PASDA

NAMA            : THERESIA LEDA MAMA

NIM                : IK 2016 015

MK                  : PASTORAL DASAR

 

Renungan Harian

Minggu Adven III

 

Lukas, 1:48-49,49-50,53-54

Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, puji dan syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha esa karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dikumpulkan kembali ditempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Pada pagi hari  ini kita kembali disegarkan oleh firman Tuhan, injil pada hari ini menceritakan kebahagiaan dari Maria, injil pada hari ini juga mengajak kita untuk berbahagia bersama Maria dan pada masa adven ini kita diajak untuk mempersiapkan hati dan batin kita agar kita layak untuk berbahagia bersama Maria dan suaminya dalam menyambut kehadiran penyelamat kita Yesus Kristus, dalam masa adven ini juga kita diminta untuk senantiasa bertobat dan menyesali segala perbuatan kita agar kita layak menyambut Kristus yang lahir dan juga diharapakan kita memperbaiki segala tingkah laku kita segala perbuatan kita, dan kita juga diharapkan semakin berbuat baik dari hari ke hari bukan hanya pada masa adven ini, tapi dalam hari-hari hidup kita dimana pun kita berada, agar sesama yang berada disekitar kita dapat memperoleh sukacita abadi. Semoga dengan merenungkan sabda-Nya pada hari ini kita semakin mampu untuk berbuat baik dan menjadi pembawa sukacita. Amin.

 

Dipublikasi di Pastoral Dasar | Meninggalkan komentar

Tugas Pastoral Dasar

NAMA           : ROYMUNDUS REDE WATU

NIM                : IK 2016 011

SEMESTER  : III (TIGA)

TUGAS          : PASTORAL DASAR

RENUNGAN SINGKAT

MINGGU, 19 NOVEMBER 2017

HARI MINGGU BIASA PEKAN XXXIII

INJIL MATIUS 25:14-30

Saudara/saudari yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Bacaan-bacaan suci pada hari ini berbicara tentang “Perumpamaan tentang talenta 25:14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Sudah sangat jelas tentang bagaimana sikap dan tindakan kita sebagai orang kristiani yang beriman. Di sini diceritakan tentang perumpamaan talenta yang dipercayakan kepada tiga orang hamba. Hal ini menunjukkan bahwa kita tengah berada dalam keadaan bekerja dan berusaha, seperti perumpamaan sebelumnya yang menunjukkan bahwa kita sedang berada dalam keadaan menanti-nanti.

Perumpamaan sebelumnya menunjukkan perlunya kita memiliki kebiasaan untuk selalu mempersiapkan diri, sedangkan perumpamaan ini memperlihatkan kerajinan nyata yang harus kita lakukan dalam pekerjaan dan pelayanan kita sekarang ini. Melalui perumpamaan pertama, kita didorong memelihara jiwa kita sebaik mungkin, melalui perumpamaan ini kita menyediakan diri menjadi alat bagi kemuliaan Allah dan kebaikan bagi orang lain. Begitu juga halnya dengan karunia-karunia rohani. Banyak orang memiliki karunia rohani, namun tidak memanfaatkannya sesuai maksud pemberian karunia itu kepada mereka. Mereka memiliki harta benda, namun tidak menggunakannya untuk pekerjaan kesalehan dan karya cinta kasih. Mereka memiliki kekuasaan dan kepentingan, namun tidak menggunakannya untuk memberitakan Injil di tempat mereka tinggal. Para pelayan jemaat yang memiliki kemampuan dan peluang untuk melakukan perbuatan baik, tetapi tidak mendorong keluar karunia yang ada di dalam diri mereka, adalah hamba-hamba yang jahat dan malas yang lebih mencari keuntungan bagi diri sendiri dan bukannya bagi Kristus. Dengan renungan sederhana ini dapat menjadi suatu pokok utama untuk kita hayati dalam hati dan tindakan kita hari-hari. Semoga Tuhan selalu membuka pintu hati kita untuk mau menerima segala usaha dan upaya kita menjadi seorang pribadi yang matang dan bijak. AMIN

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Renungan Fitria

NAMA                    : Fitria

NIM                        : IK 2016 004

SEMESTER           :III(Tiga)

Mata Kuliah          : Pastoral Dasar

 

BACAAN INJIL DAN HOMILI

HARI MINGGU BIASA XXVII TAHUN (A)

Bacaan Injil Santo Matius (Mat. 21:33-43)                      

Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur           dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan            menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hamper tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerimahasil yang menjadi bagiannya.         Tetapi penggarap-penggarap itu menagkap hamba-hambanyaitu: mereka memukul yang seorang,          membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudia tuan itu menyuruh        pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan             sama

seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka             berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya    menjadi milik kita. Mereka menagkapnya dan melemparkannya keluar kebun anggur itu, lalu           membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dia lakukannya      dengan penggarap-penggarap itu?” kata mereka kepadanya: “ Ia akan membinasakan orang- orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakan kepadapenggarap-penggarap lain, yang             akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka: “Belum       pernahkah kamu baca dalam kitab suci: Batu yang dibuang tukang bangunan telah menjadi batu         penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku       berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.

 

Homili:

Saudara/I yang terkasih dalam Tuhan kitaYesus Kristus, selamat berjumpa kembali            dalam rumah Allah  sebagai anak-anak Allah. Dalam dua bacaan suci hari ini yaitu mengisahkan            tentang pohon anggur dan para pekerjanya . Para hamba yang diutus untuk memungut hasilnya diperlakukan dengan buruk oleh para pekerja. Orang-orang suruhan yang pertama dipukuli,            dibunuh, dan dirajam. Yang kedua, meski jumlahnya lebih banyak, mendapat perlakuan serupa.  Akhirnya sang pemilik mengutus anaknya sendiri dengan perhitungan bahwa para pekerja akan    menerimanya. Tetapi mereka malah membunuhnya dengan harapan kebun anggur itu nanti jatuh   ke tangan mereka karena sang ahli waris telah mati.

Jika ada orang baik yang mencoba mengganggu atau mempersulit keinginan dan    dambaan anggota keluarga orang nomor satu di negeri ini juga disingkirkan dengan berbagai   cara. Ada yang dibunuh, ada yang dipenjarakan dan ada yang melarikan diri keluar negeri dst. Bahkan orang-orang pandai yang bersifat egois dan tidak prihatin dan berpartisipasi membangun dan membenahi kesremawutan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus kristus, Cara berpikir atau orang   bersikap mental materialistis   atau duniawi memang berlawanan dengan cara berpikir atau        paradigma Tuhan. Maka marilah kita renungkan sabda Yesus hari ini. “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu      perbuatan ajaib dimata kita.” (Mat 21:42) Yang dimaksudkan dengan ‘tukang-tukang bangunan’        disini tidak lain adalah mereka yang bersikap mental materialistis atau duniawi, yaitu yang gila             akan harta        benda/uang, pangkat/ keududukan/jabatan dan kehormatan duniawi, seperti           orang-orang Farisi yang menjadi tokoh-tokoh bangsa Yahudi pada zaman Yesus. Dengan            keserakahan dan kesombongannya mereka merampas hak-hak rakyat dan orang baik, cerdas dan      beriman. Mereka menggunakan kesempatan sesuai dengan selera pribadi dan kewenangan    atau kekuasaannya. Semoga renungan singkat ini menguatkan kita akan selalu mengingatkan    kita agar tidak hidup   serakah dan mau senang sendiri, tanpa mau memikirkan nasib orang lain, serta semoga kita tidak menggunakan berbagai cara yang licik dan mengorbankan sesamademi     tercapainya keinginan kita. Semoga, Amin.

Dipublikasi di Pastoral Dasar | Meninggalkan komentar

PASTORAL DASAR

Tugas Pastoral Dasar

Nama :Alberta ranti
Nim :ik 2016-002
Semester:III

Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

TATA PERAYAAN SABDA HARI MINGGU BIASA XXVI TAHUN(A)

RITUS PEMBUKA
1. Perarakan Masuk (MB 676)

2. Tanda Salib
P: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.

3. Salam
P: Semoga kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

4. Kata Pengantar
Saudara saudari yang terkasih. Ada orang yang mudah mengatakan “ya, saya mau…”, tetapi tidak melaksanakannya. Janji tinggal janji. Dalam keidupan bersama, oran seperti itu dikatakan “ pembohong , tidak konsekuen, hanya ngomong saja.” Yang mampu mengantar kita kepada Tuhan adalah kehidupan bersama yang tidak diwarnai sikap egois , sikap yang hanya memikirkan diri sendiri. Dalam hidup bersama diperlukan sikap solider, sikap mau mengerti, sikap tenggan rasa, dan sikap saling menerima satu sama lain. Iman harus nyata dalam perbuatan.

5. Tobat Dan Permohonan
P: Saudara-saudari,di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
(Hening sejenak…)
Saya mengaku, kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

6. Tuhan Kasihanilah (MB 716)

7. Madah Kemuliaan (MB 717)

8. Doa Pembuka
P: Marilah berdoa.
Ya Allah, Engkau menyatakan kuasa-Mu yang tak terhingga terutama dengan menyayangi dan mengasihani kami. Lipatgandakanlah rahmat-Mu atas kami agar kami mengejar hidup yang Engkau janjikan dan kelak mendapat bagian dalam sukacita surgawi. Maka kami mohon berkat-Mu lewat pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U: Amin.

LITURGI SABDA
9. Bacaan Pertama
L: Bacaan dari Kitab Yehezkiel (18 : 25-28)
Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
L : Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah

10. Mazmur Tanggapan

11. Alleluya/Bait Pengantar Injil
Alleluya 962
Alleluya…. Alleluya… Alleluya…
Ayat:
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, Sabda Tuhan,
Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

12. Bacaan Injil
P : Semoga Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius(21:28-32)
U : Dimuliakanlah Tuhan.
Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

13. Renungan
Selamat Pagi Pastor, Suster, Bapak, Ibu serta Saudara- Saudari Yang Terkasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus. Pada pagi yang cerah ini mari kita mengucapkan syukur an selalu bersyukur karena Tuhan masih mengasihani kita dan memberikan kita kesehatan.
Pada Bacaan Pertama hari ini Allah memberikan pertanyaan kepada orang-orang Israel yang mengatakan bahwa “ Tindakan Tuhan tidak tepat !” serta Allah menanyakan tindakan Ia atau tindakan mereka yang tidak tepat, Allah menegaskan kepada orang Israel “ Barangsiapa yang bersikap curang maka ia akan mati karena kecurangan yang ia lakukan.” Tetapi bila orang berdosa bertobat dan melakukan kebenaran maka ia akan menyelamatkan nyawanya. Di dalam hidup kita sering melakukan kecurangan demi mencapai apa yang kita inginkan, tetapi tanpa kita sadari kita mengorbankan banyak orang karena kecurangan kita, dan kita sama sekali tidak ingin memperdulikan hal itu bahkan dosa sekali pum karena sering orang berpikir bahwa “ Tuhan akan mengampuni Dosa saya”.
Dan Pada Bacaan Injil pada hari ini Tuhan menegur kefasikan orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat dalam sebuah cerita dimana di situ “ Ada dua orang anak yang di suruh oleh bapanya untuk bekerja di kebun anggur, Anak yang sulung mengatakan iya tetapi tidak melaksanakannya sedangkan anak bungsu mengatakan tidak mau tetapi kemudian menyesal dan pergi untuk bekerja di kebun anggur tersebut.” Di dalam hidup sering kita melakukan apa yang di perbuat oleh anak sulung tersebut kita sering menjawab Iya demi menyenangkan hati Bapa tetapi kita tidak melakukan, sesungguhnya sifat seperti itulah yang membuat Bapa kecewa. Sejenak saya teringat dengan pengalaman masa kecil saya, saya sering berkata tidak mau ketika saya di suruh oleh ibu saya, tetapi saya berdiam dan berpikir akhirnya saya melakukan apa yang diperintahkan ibu saya karena saya takut bila nanti saya dimarahi dan membuat ibu saya kecewa. Tetapi kita saya bertumbuh remaja ini saya sering menunda nunda pekerjaan dan akhirnya tidak melaksanakannya dan sering juga saya dimarahi oleh ibu saya karena sikap saya yang menunda-nunda waktu tersebut. Dengan cerita pengalaman pribadi saya serta cerita yang di sampaikan Yesus kepada orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat , Yesus menegaskan bahwa sesunguhnya mereka yang berdosa contohnya seperti pemungut cukai dan pelacur yang menyesali dan bertobat serta percaya kepada-Nya lah yang akan lebih dulu masuk kerajaan Surga, Sebab “Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, tetapi kamu tidak percaya tetapi mereka yang berdosa menyesal dan percaya kepadanya, meskipun kamu melihat nya, tetapi kamu tetaptidak menyesal daan juga tidak percaya.
Semoga Renungan singkat ini menjadi berkat serta menyadarkan kita bahwa kita Sebagai Anak Allah hendaknya melakukan apa yang diperintahkan dan percaya kepada-Nya agar kita ikut masuk menikmati kerajaan surgawi. Janganlah kita seperti orang farisi dan ahli taurat yang melihat tetapi tidak menyesal serta tidak percaya. Semoga kita dapat mewujudnyatakan Sabda Tuhan ini dalam kehidupan kita sehari- hari bukan hanya berkata iya tetapi tidak melakukannya, tetapi pergi dan lakukanlah apa yang diperintahkan Bapa. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

14. Syahadat
P : Aku Percayaakan Allah Bapa yang Maha Kuasa pencipta langit dan bumi dan akan Yesus Kristus Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita. Yang dikandung oleh Roh Kudus dilahirkan oleh Santa Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat, dan di makamkan yang turun ketempat penantian pada hari ke tiga Ia bangkit dari antara orang mati.Ia naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Kuasa.dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan yang kekal, Amin.

15. Doa Umat
P: Kita semua dihimpun di dalam kerajaan keselamatan Bapa melalui Kristus Putera-Nya. Maka marilah kepada Bapa kita panjatkan doa-doa kita sebagai putra-putri-Nya yang terkasih:
L: Bagi semua umat Kristen: Semoga semua umat Kristen dipersatukan di dalam nama Yesus, sehigga dalam setiap langkah hidup ini, seluruh umat-Mu selalu mendengar Sabda Putra-Mu dan tekun melaksanakannya. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi para pemimpin bangsa: Semoga para pemimpin bangsa di dunia ini selalu diterangi oleh Sabda-Mu, agar setiap kebijaksanaan yang mereka ambil, mengalir dari pewartaan Kristus sendiri demi keselamatan seluruh alam semesta. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi para penderita: Semoga pengharapan orang-orang yang menderita mendapat peneguhan dan penghiburan berkat Warta Gembira keselamatan Kristus. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi kita semua: Semoga pengharapan akan kasih Kristus selalu bertumbuh sebagaimana Yohanes Pembaptis menanti-nantikan kedatangan Sang Penyelamat sehingga kita siap sedia untuk selalu melaksanakan kelembutan serta kerendahan hati-Nya dalam setiap langkah hidup ini. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P: Bapa yang Mahabaik, sudilah memandang kami sebagaimana Engkau memandang Putra-Mu dengan penuh kasih sayang. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin

16. Persembahan(MB 683)

17. Doa Persipan Persembahan
P : Allah ,Bapa sumber segala cinta kasih, kami mohon kapada-Mu terimalah persembahan kami dan satukanlah segala doa dan persembahan kami ini dengan berkat Karunia-Mu. Doa dan persembahan ini kami serahkan dengan perantara Tuhan kami Yesus Kristus yang bersatu dengan Dikau dan oh Kudus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

18. Doa Pujian
P : Saudara-saudari terkasih, setelah menyadari karya keselamatan Allah bagi kita, marilah kita memuji Dia :
5 5 | 1 1 7 6 7 7 | 1 . 0||
P: Ter- pu- ji- lah, Eng- kau di sur- ga.
U : Ter- pu- ji- lah, Eng- kau di sur- ga.

RITUS KOMUNI
19. Tanpa Komuni
P: Saudara-saudari,
pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni Kudus, maka bersama dengan saudara-saudari separoki yang menyambut Komuni, marilah mengahayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita.
(Hening sejenak)

20. Bapa Kami
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipesatukan oleh iman yang sama. Maka, sebagai putra-putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada disurga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajan-Mu jadilahkehendak-Mu diatas bumi seperti di dalam surga, berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

21. Doa Damai
P : Saudara-saudari, Tuhan Yesus Kristus bersabda kepada para rasul, “ Damai ku tinggalkan kepada-Mu.” Maka marilah kita mohon kepada-Nya. “Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah, iman Gereja-Mu, dan restuilah kami, supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dangan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa
U : Amin.

22. Salam Damai
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

23. Doa Komuni Batin
P : Saudara-saudari terkasih, Yesus bersabda, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”(Yoh.14:23). Oleh karena itu, marilah kita duduk dalam keheningan untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P: Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U: Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikalah hatiku seperti hati-Mu.

RITUS PENUTUP
24. Pengumuman

25. Amanat Pengutusan
Saudara-saudari yang terkasih. Tidaklah cukup kata-kata bagus seperti yang diucapkan anak sulung dalam injil. Dia mengaku pergi bekerja di kebun, padahal tidak melaksanakan apa yang dikatakannya itu. Kita mungkin masih seperti anak sulung itu, bahkan sering menjanjikan hal-hal yang indah kepada Allah, namun kita sendiri mengingkarinya. Marilah kita selalu beusaha menyelaraskan pikiran , kehendak dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

26. Doa Penutup
P : Marilah berdoa.
Ya Tuhan semoga perayaan sabda ini memulihkan jiwa raga kami. Semoga kami, yang ikut serta dalam kenangan akan sengsara dan wafat putra-Mu, menjadi ahli waris bersama Dia dalam kemuliaan surgawi. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin.

27. Mohon Berkat Tuhan
P : Saudara-saudari terkasih,
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
(Hening sejenak)
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri.
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Saudara sekalian, Perayaan Sabda pada hari Minggu ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.

28. Pengutusan
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk mewartakan cinta kasih.
U : Amin.

29. Perarakan Keluar (MB 300 )

Dipublikasi di Pastoral Dasar | Meninggalkan komentar

tugas pasda

Tugas Pastoral Dasar

Nama :Alberta ranti
Nim :ik 2016-002
Semester:II

Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

TATA PERAYAAN SABDA HARI MINGGU BIASA XXVI TAHUN(A)

RITUS PEMBUKA
1. Perarakan Masuk (MB 676)

2. Tanda Salib
P: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.

3. Salam
P: Semoga kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

4. Kata Pengantar
Saudara saudari yang terkasih. Ada orang yang mudah mengatakan “ya, saya mau…”, tetapi tidak melaksanakannya. Janji tinggal janji. Dalam keidupan bersama, oran seperti itu dikatakan “ pembohong , tidak konsekuen, hanya ngomong saja.” Yang mampu mengantar kita kepada Tuhan adalah kehidupan bersama yang tidak diwarnai sikap egois , sikap yang hanya memikirkan diri sendiri. Dalam hidup bersama diperlukan sikap solider, sikap mau mengerti, sikap tenggan rasa, dan sikap saling menerima satu sama lain. Iman harus nyata dalam perbuatan.

5. Tobat Dan Permohonan
P: Saudara-saudari,di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
(Hening sejenak…)
Saya mengaku, kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

6. Tuhan Kasihanilah (MB 716)

7. Madah Kemuliaan (MB 717)

8. Doa Pembuka
P: Marilah berdoa.
Ya Allah, Engkau menyatakan kuasa-Mu yang tak terhingga terutama dengan menyayangi dan mengasihani kami. Lipatgandakanlah rahmat-Mu atas kami agar kami mengejar hidup yang Engkau janjikan dan kelak mendapat bagian dalam sukacita surgawi. Maka kami mohon berkat-Mu lewat pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U: Amin.

LITURGI SABDA
9. Bacaan Pertama
L: Bacaan dari Kitab Yehezkiel (18 : 25-28)
Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
L : Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah

10. Mazmur Tanggapan

11. Alleluya/Bait Pengantar Injil
Alleluya 962
Alleluya…. Alleluya… Alleluya…
Ayat:
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, Sabda Tuhan,
Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

12. Bacaan Injil
P : Semoga Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius(21:28-32)
U : Dimuliakanlah Tuhan.
Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

13. Renungan
Selamat Pagi Pastor, Suster, Bapak, Ibu serta Saudara- Saudari Yang Terkasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus. Pada pagi yang cerah ini mari kita mengucapkan syukur an selalu bersyukur karena Tuhan masih mengasihani kita dan memberikan kita kesehatan.
Pada Bacaan Pertama hari ini Allah memberikan pertanyaan kepada orang-orang Israel yang mengatakan bahwa “ Tindakan Tuhan tidak tepat !” serta Allah menanyakan tindakan Ia atau tindakan mereka yang tidak tepat, Allah menegaskan kepada orang Israel “ Barangsiapa yang bersikap curang maka ia akan mati karena kecurangan yang ia lakukan.” Tetapi bila orang berdosa bertobat dan melakukan kebenaran maka ia akan menyelamatkan nyawanya. Di dalam hidup kita sering melakukan kecurangan demi mencapai apa yang kita inginkan, tetapi tanpa kita sadari kita mengorbankan banyak orang karena kecurangan kita, dan kita sama sekali tidak ingin memperdulikan hal itu bahkan dosa sekali pum karena sering orang berpikir bahwa “ Tuhan akan mengampuni Dosa saya”.
Dan Pada Bacaan Injil pada hari ini Tuhan menegur kefasikan orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat dalam sebuah cerita dimana di situ “ Ada dua orang anak yang di suruh oleh bapanya untuk bekerja di kebun anggur, Anak yang sulung mengatakan iya tetapi tidak melaksanakannya sedangkan anak bungsu mengatakan tidak mau tetapi kemudian menyesal dan pergi untuk bekerja di kebun anggur tersebut.” Di dalam hidup sering kita melakukan apa yang di perbuat oleh anak sulung tersebut kita sering menjawab Iya demi menyenangkan hati Bapa tetapi kita tidak melakukan, sesungguhnya sifat seperti itulah yang membuat Bapa kecewa. Sejenak saya teringat dengan pengalaman masa kecil saya, saya sering berkata tidak mau ketika saya di suruh oleh ibu saya, tetapi saya berdiam dan berpikir akhirnya saya melakukan apa yang diperintahkan ibu saya karena saya takut bila nanti saya dimarahi dan membuat ibu saya kecewa. Tetapi kita saya bertumbuh remaja ini saya sering menunda nunda pekerjaan dan akhirnya tidak melaksanakannya dan sering juga saya dimarahi oleh ibu saya karena sikap saya yang menunda-nunda waktu tersebut. Dengan cerita pengalaman pribadi saya serta cerita yang di sampaikan Yesus kepada orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat , Yesus menegaskan bahwa sesunguhnya mereka yang berdosa contohnya seperti pemungut cukai dan pelacur yang menyesali dan bertobat serta percaya kepada-Nya lah yang akan lebih dulu masuk kerajaan Surga, Sebab “Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, tetapi kamu tidak percaya tetapi mereka yang berdosa menyesal dan percaya kepadanya, meskipun kamu melihat nya, tetapi kamu tetaptidak menyesal daan juga tidak percaya.
Semoga Renungan singkat ini menjadi berkat serta menyadarkan kita bahwa kita Sebagai Anak Allah hendaknya melakukan apa yang diperintahkan dan percaya kepada-Nya agar kita ikut masuk menikmati kerajaan surgawi. Janganlah kita seperti orang farisi dan ahli taurat yang melihat tetapi tidak menyesal serta tidak percaya. Semoga kita dapat mewujudnyatakan Sabda Tuhan ini dalam kehidupan kita sehari- hari bukan hanya berkata iya tetapi tidak melakukannya, tetapi pergi dan lakukanlah apa yang diperintahkan Bapa. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

14. Syahadat
P : Aku Percayaakan Allah Bapa yang Maha Kuasa pencipta langit dan bumi dan akan Yesus Kristus Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita. Yang dikandung oleh Roh Kudus dilahirkan oleh Santa Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat, dan di makamkan yang turun ketempat penantian pada hari ke tiga Ia bangkit dari antara orang mati.Ia naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Kuasa.dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan yang kekal, Amin.

15. Doa Umat
P: Kita semua dihimpun di dalam kerajaan keselamatan Bapa melalui Kristus Putera-Nya. Maka marilah kepada Bapa kita panjatkan doa-doa kita sebagai putra-putri-Nya yang terkasih:
L: Bagi semua umat Kristen: Semoga semua umat Kristen dipersatukan di dalam nama Yesus, sehigga dalam setiap langkah hidup ini, seluruh umat-Mu selalu mendengar Sabda Putra-Mu dan tekun melaksanakannya. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi para pemimpin bangsa: Semoga para pemimpin bangsa di dunia ini selalu diterangi oleh Sabda-Mu, agar setiap kebijaksanaan yang mereka ambil, mengalir dari pewartaan Kristus sendiri demi keselamatan seluruh alam semesta. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi para penderita: Semoga pengharapan orang-orang yang menderita mendapat peneguhan dan penghiburan berkat Warta Gembira keselamatan Kristus. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi kita semua: Semoga pengharapan akan kasih Kristus selalu bertumbuh sebagaimana Yohanes Pembaptis menanti-nantikan kedatangan Sang Penyelamat sehingga kita siap sedia untuk selalu melaksanakan kelembutan serta kerendahan hati-Nya dalam setiap langkah hidup ini. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P: Bapa yang Mahabaik, sudilah memandang kami sebagaimana Engkau memandang Putra-Mu dengan penuh kasih sayang. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin

16. Persembahan(MB 683)

17. Doa Persipan Persembahan
P : Allah ,Bapa sumber segala cinta kasih, kami mohon kapada-Mu terimalah persembahan kami dan satukanlah segala doa dan persembahan kami ini dengan berkat Karunia-Mu. Doa dan persembahan ini kami serahkan dengan perantara Tuhan kami Yesus Kristus yang bersatu dengan Dikau dan oh Kudus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

18. Doa Pujian
P : Saudara-saudari terkasih, setelah menyadari karya keselamatan Allah bagi kita, marilah kita memuji Dia :
5 5 | 1 1 7 6 7 7 | 1 . 0||
P: Ter- pu- ji- lah, Eng- kau di sur- ga.
U : Ter- pu- ji- lah, Eng- kau di sur- ga.

RITUS KOMUNI
19. Tanpa Komuni
P: Saudara-saudari,
pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni Kudus, maka bersama dengan saudara-saudari separoki yang menyambut Komuni, marilah mengahayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita.
(Hening sejenak)

20. Bapa Kami
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipesatukan oleh iman yang sama. Maka, sebagai putra-putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada disurga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajan-Mu jadilahkehendak-Mu diatas bumi seperti di dalam surga, berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

21. Doa Damai
P : Saudara-saudari, Tuhan Yesus Kristus bersabda kepada para rasul, “ Damai ku tinggalkan kepada-Mu.” Maka marilah kita mohon kepada-Nya. “Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah, iman Gereja-Mu, dan restuilah kami, supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dangan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa
U : Amin.

22. Salam Damai
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

23. Doa Komuni Batin
P : Saudara-saudari terkasih, Yesus bersabda, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”(Yoh.14:23). Oleh karena itu, marilah kita duduk dalam keheningan untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P: Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U: Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikalah hatiku seperti hati-Mu.

RITUS PENUTUP
24. Pengumuman

25. Amanat Pengutusan
Saudara-saudari yang terkasih. Tidaklah cukup kata-kata bagus seperti yang diucapkan anak sulung dalam injil. Dia mengaku pergi bekerja di kebun, padahal tidak melaksanakan apa yang dikatakannya itu. Kita mungkin masih seperti anak sulung itu, bahkan sering menjanjikan hal-hal yang indah kepada Allah, namun kita sendiri mengingkarinya. Marilah kita selalu beusaha menyelaraskan pikiran , kehendak dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

26. Doa Penutup
P : Marilah berdoa.
Ya Tuhan semoga perayaan sabda ini memulihkan jiwa raga kami. Semoga kami, yang ikut serta dalam kenangan akan sengsara dan wafat putra-Mu, menjadi ahli waris bersama Dia dalam kemuliaan surgawi. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin.

27. Mohon Berkat Tuhan
P : Saudara-saudari terkasih,
Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
(Hening sejenak)
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri.
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Saudara sekalian, Perayaan Sabda pada hari Minggu ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.

28. Pengutusan
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk mewartakan cinta kasih.
U : Amin.

29. Perarakan Keluar (MB 300 )

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Pastoral Dasar-Renungan Minggu Biasa XIII Tahun A

Nama               : Mareta Karunia

Nim                 : IK 2015 014

Semester          : V (Lima)

 

Renungan Minggu Biasa XIII

Bacaan I          : 2Raj 4: 8-11. 14-16a

Bacaan II        : Rom 6 : 3-4. 8-11

Bacaan Injil     : Mat 10 : 37-42

Ketiga ayat pertama dalam petikan hari ini, yakni Mat 10:37-39, jelas  ditujukan kepada para rasul, yakni mereka yang dipilih Yesus untuk menjalankan perutusannya. Tetapi semangat serta isinya diperuntukkan bagi siapa saja yang hendak menjadi murid. Apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam renungan pada hari ini mengungkapkan betapa bahagianya setiap orang yang menyambut utusan Tuhan yang menyampaikan firmanNya. Ada upah yang diterima setiap orang yang menyambut dan memperhatikan kebutuhan pembawa kabar dari Tuhan. Ada nikmat yang besar yang ‘tak dapat disamakan dengan apapun ketika berita yang berasal dari Tuhan disampaikan pada kita.

Pernahkah anda merasakan bahwa para Pewarta Sabda datang adalah untuk membawa berita dari Tuhan? Atau kita hanya melihat bahwa Sabda itu hanyalah kata-kata dari pribadi sang Pewarta Sabda. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegaskan kepada murid-muridNya “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku”.  Hal ini menjadi sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi saat ini. Ada umat yang mengeluh karena panjangnya khotbah, pendeknya khotbah, membosankan, ada tatapan ‘kosong’ ketika mendengar, tidak menyimak khotbah, berbicara dengan orang sebelahnya bahkan asyik dengan smartphone-nya. Tidak semua mau menyambut utusan Tuhan, tetapi berbahagialah orang yang menyambut sabda yang dibawa oleh utusan Tuhan dan yang memberikan dirinya menjadi pendukung pemberitaan Sabda Tuhan.  Menyambut yang dimaksud dalam Sabda ini memiliki makna yang lebih dalam, tidak sekedar hanya menyambut dalam makna mempersilahkan, tetapi ada respon “lapar dan haus” menyambut sabda-Nya. Kita menanti-nantikan kabar baik dan berita keselamatan yang akan Tuhan sampaikan. Karena demikianlah kenyataannya, hanya orang yang lapar dan haus saja yang akan menikmati makanan tanpa memperdulikan menu sajiannya. Jika Sabda Tuhan itu di ibaratkan makanan yang disajikan pada kita, patut kita renungkan, sudah berapa banyak kita membuat makanan itu terbuang dengan sia-sia. Betapa berharganya bagi kehidupan kita kabar baik dari Tuhan yang menjadi sumber utama kehidupan kita. Tetapi sebaliknya kita juga harus berjaga-jaga, karena ternyata berita-berita yang menyesatkan kehidupan kita. Dengan tegas bahwa hati dan pintu rumah kita harus tertutup pada kabar-kabar yang menyesatkan.

Marilah kita menyambut apa yang membawa damai, kasih dan membangun kesatuan. Tetapi sebaliknya tolaklah segala penyesatan yang menuntun kita pada perpecahan, pertikaian dan rencana-rencana kejahatan. Jangan jadi terbalik, kabar baik Tuhan kita tolak, tetapi kabar yang menyesatkan kita terima.

 

Dipublikasi di Pastoral Dasar | Meninggalkan komentar

Renungan Cici

Nama : Cici Ramita

Smster: V

MK    : Pastoral Dasar

 

RENUNGAN HARI MINGGU

PEKAN BIASA V

TAHUN A

Yesaya 58:7-10

1 Korintus 2:1-5

Matius 5:13-16

 

Dalam khotbah-Nya, Yesus selalu mengangkat kehidupan sehari-hari. Kali ini Ia menggunakan garam dan terang. Pengajaran-Nya sangat singkat, tetapi memiliki makna yang sangat luas.

Pengajaran pertama, mengenai garam yang diambil dari dunia dapur dan makanan. Hampir semua makanan yang kita konsumsi setiap hari, terlebih-lebih lauk-pauk, mengandung unsur garam untuk menambah rasa nikmat akan makanan tersebut. Bahkan makanan yang dikonservasi pun, secara legal harus mengindikasikan unsur-unsur yang terkandung dalam kemasan itu, termasuk garam. Sebelum penemuan bahan pengawet, garam adalah unsur yang sangat penting untuk menyimpan makanan agar bisa bertahan lebih lama. Contoh paling konkret adalah ikan asin yang digemari banyak orang, bisa bertahan lama karena garam, bukan karena bahan pengawet formalin.

Pengajaran kedua mengenai terang. Jelasnya mengenai pelita yang selalu ditempatkan di tempat yang lebih tinggi agar bisa menjalankan fungsinya sebagai penerang. Pengajaran ini pun diambil dari kehidupan kita yang tidak pernah terpisahkan dari terang. Kecuali kalau kita tidur, barangkali terang tidak dibutuhkan. Di luar itu, terang pasti dibutuhkan manusia dengan berbagai fungsinya.

Jika kita memperhatikan cara Yesus menyampaikan pengajaran, maka seringkali ditemukan bahwa peristiwa hidup sehari-hari selalu digunakan dalam pengajaran. Inilah salah satu ciri khas Yesus sehingga apa yang diajarkan selalu mengena bagi pendengar-Nya.

Hari ini Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia yang berarti kita diajak-Nya untuk berbuat sesuatu yang baik di tempat kita hidup; baik itu di lingkungan, bertetangga, tempat kerja dan di mana saja kita berada. Bacaan pertama, kitab Nabi Yesaya, memberikan kepada kita cara menjadi garam dan terang dunia, yaitu dengan peduli akan orang lapar, miskin dan yang membutuhkan pertolongan. Ditegaskan bahwa dengan berbuat demikian, terang orang tersebut merekah di dalam dirinya dan garam dalam dirinya memberikan penyedap kepada orang lain.

Membantu orang lain dalam kesusahan adalah salah satu bentuk menjadi garam dan terang, bukan malah mencibirkan dan bahkan mengejek. Di kota-kota, kemiskinan mungkin berkurang, tetapi orang banyak membutuhkan bantuan dalam perjalanan hidup agar tidak stres dan merasa sendirian atau kesepian. Umat beriman dipanggil untuk menjadi terang dan garam bagi sesama, bukan malah memanfaatkan atau mengambil keuntungan dari mereka yang sering sekali terjadi.

Ada banyak cara bisa kita tempuh untuk menjadi garam dan terang dunia. Tergantung situasi kita dan keadaan sosial yang kita hadapi, termasuk juga kreativitas. Namun, yang jelas Yesus mengajak kita semua agar berbuat sesuatu untuk perwujudan garam dan terang. Kitab Nabi Yesaya memberikan semangat kepada kita sebagai garam dan terang dengan berkata, “Kebenaran akan menuntunmu dan kemuliaan Tuhan menjiwaimu.”

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Pentingnya Life Skill Remaja bagi Kalimantan Tengah

PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas Rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Saya sangat berterima kasih kepada dosen mata kuliah, yakni Ibu Berta Rina, S. Ag yang telah memberikan tugas seperti ini kepada kami. Pada makalah ini, saya menuliskan tentang betapa pentingnya kekuatan hidup bagi remaja masa kini. Remaja patut memiliki kekuatan yang besar guna menjaga kearifan budaya maupun mengembangkan Gereja, khususnya di provinsi Kalimantan Tengah. Segala sesuatu sulit untuk mendekati sebuah kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati saya akan menerima berbagai macam kritik dan saran sebagai masukan untuk saya dalam berkarya dan demi masa depan tulisan tangan yang lebih asri dan berkualitas. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dunia remaja adalah dunia bagi mereka yang menduduki usia 15-22 tahun. Remaja dapat dikatakan sebagai manusia dengan kekuatan yang paling besar di antara usia lainnya. Inilah yang menjadikan remaja sebagai primadona dunia karena merekalah yang mampu memberikan perubahan yang luar biasa dalam berbagai macam hal. Remaja juga memiliki tingkat intelegensi yang luar biasa. Terlebih-lebih lagi dalam mengembangkan bakat yang sesuai dengan keinginan mereka. Saat ini, penulis sedang fokus pada kehidupan para remaja dalam berkarya di provinsi Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki kearifan budaya yang luar biasa, mulai dari tarian, bahasa, hingga tradisi. Sebagai penempat posisi yang amat penting, remaja memiliki banyak sekali tugas yang harus dijalani. Tugas pokok yang mesti dijalani oleh para remaja adalah mengumpulkan kekuatan dan semangat guna membangun keharmonisan serta mengembangkan keasrian di Kalimantan Tengah.
2. Rumusan Masalah
– Bagaimana remaja di Kalimantan Tengah mengembangkan kekuatan dan semangat?
– Bagaimana remaja di Kalimantan Tengah menjaga kelestarian budaya?
– Bagaimana remaja di Kalimantan Tengah mengembangkan dan menerapkan ajaran Kristus bagi sesama?
3. Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini sebagai pengembang semangat bagi remaja di Kalimantan Tengah.
BAB II
PEMBAHASAN

Remaja adalah kaum muda yang dapat dikatakan memiliki kekuatan yang paling besar. Remaja memiliki banyak sekali hal yang dapat dikolaborasikan dengan tangannya sendiri, entah itu dalam bidang pengetahuan maupun dalam bidang kreativitas. Lalu, apakah semua remaja memiliki semangat yang besar untuk menjadi penjaga tanah air Kalimantan Tengah? Tentu saja semua remaja di Kalimantan Tengah memiliki semangat seperti itu, hanya saja jika dilihat dari realita, masih banyak yang seperti tidak peduli akan pentingnya menjadi keasrian Kalimantan Tengah. Untuk mengembangkan semangat remaja, adalah dengan mencintai diri sendiri. Jika remaja mencintai diri mereka sendiri, maka semangat akan terbentuk dengan sempurna. Sungguh luar biasa jika remaja memiliki mental semangat hidup yang benar-benar hidup. Mereka tidak akan mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan dan masalah hidup. Oleh karena itu, remaja hendaknya memiliki semangat yang luar biasa demi keasrian Kalimantan tengah.
Remaja yang memiliki semangat luar biasa, adalah remaja yang selalu menerima kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki di dalam dirinya. Mereka akan terus menghirup napas syukur atas karunia dan rezeki yang didapat pada hari ini dan tidak khawatir akan tantangan yang akan terjadi hari esok. Semangat hidup yang dimiliki oleh remaja juga sangat berguna bagi kelestarian budaya. Mereka akan menggunakan semangatnya untuk menjaga kelestarian seperti: belajar, menghayati, serta mencoba dengan penuh kerendahan hati tentang segala hal yang berkaitan dengan budaya. Budaya akan terasa lebih hidup karena tangan-tangan remaja yang penuh dengan rasa cinta tanah air.
Remaja memiliki pikiran yang cukup kritis dan kreatif. Mereka mampu menciptakan sebuah keajaiban dalam waktu satu malam apabila mereka berusaha menjadi tekun dan cekatan. Mereka hendaknya selalu berpikir, bagaimana caranya untuk melestarikan budaya dengan cara yang penuh inspiratif. Cara-cara yang begitu inspiratif, antara lain: saling mengajarkan sebuah tarian yang memiliki nilai budaya yang amat tinggi kepada sesama mereka, memperkenalkan keasrian budaya kepada para pendatang melalui intelegensi mereka, hingga menciptakan keharmonisan antar suku dengan cara tidak memilih-milih dalam berteman. Hal yang paling jitu untuk menjaga kelestarian budaya adalah, berusaha untuk menjadi remaja yang rajin dan haus akan ilmu pendidikan.
Hal yang membuat bangga dari remaja adalah, mereka menghiasi perayaan Ekaristi dengan tarian-tarian budaya khas Kalimantan Tengah. Mereka terlihat begitu bersemangat dalam menghantar umat lewat tarian sebagai rasa terima kasih kepada Tuhan atas karunia kebaikan setiap hari. Remaja juga memiliki semangat yang luar biasa dalam hal merasul. Berbagai macam cara mereka gunakan untuk melestarikan budaya serta menyampaikan ajaran Tuhan kepada sesama. Sebuah kegiatan yang mengasah cinta kasih mereka lakukan, seperti kegiatan Orang Muda Katolik. Mereka berusaha dengan penuh semangat berjelajah dari kota ke kota hingga dari stasi ke stasi hanya untuk menuangkan ajaran cinta kasih serta semangat yang harus dimiliki para remaja Kalimantan Tengah.
Selain itu, remaja hendaknya selalu berinovasi. Hendaknya mereka selalu menggunakan media yang berasal dari Kitab Suci serta kesaksian dari Para Kudus, guna membangkitkan dan memotivasi semua orang yang letih lesu. Remaja juga hendaknya memberikan contoh kepada semua orang betapa penting menjalani perintah Allah, misalnya aktif mengikuti kegiatan menggereja, hingga aktif dalam menjalani tugas dari Gereja. Selain itu pula, mengadakan kelompok doa Kitab Suci supaya saling menguatkan sesama umat beriman.

 

Dipublikasi di renungan | Meninggalkan komentar

Pastoral Dasar: Renungan Minggu Biasa 25 – Minggu Biasa 33 tahun A

Renungan Minggu Biasa 25 – 33
Minggu Biasa XXV
Matius 20: 1-16a
Tuhan telah memberikan kita sebuah keistimewaan dan keunikan masing-masing. Tergantung dari diri kita sendiri, bagaimana cara bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Banyak orang yang berhasil dan sukses dalam melakukan karya-karya berkat keistimewaannya masing-masing. Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini memberikan amanat kepada kita, supaya jangan pernah berniat untuk iri hati kepada orang yang berasa di samping kita. Mengapa kita harus menghabiskan waktu untuk iri hati. Padahal kita memiliki banyak waktu untuk mengembangkan semua potensi yang kita miliki. Begitu juga sebaliknya dengan diri kita sendiri. Apabila kita memiliki banyak kelebihan, tidak ada salahnya untuk saling mengajarkan kepada sesama, misalnya: mengajari bernyanyi, mengajari berkhotbah, mengajari bila ada tugas kuliah yang sulit, dan masih banyak lagi. Tuhan sangat bahagia jika melihat kita menjadi seorang yang rendah hati. Kerendahan hati merupakan sebuah kesederhanaan yang luar biasa dan membuat kita menjadi bersinar.

Minggu Biasa XXVI
Matius 21: 28-32
Saya pernah mendengar sebuah pepatah, “Lebih mudah seorang atheis masuk surga daripada seorang beriman yang munafik”. Pepatah tersebut mirip dengan amanat yang terkandung dalam Injil hari ini. Saudara-saudari yang terkasih, kita tidak dituntut untuk selalu merasa bangga atas iman katolik yang kita miliki, melainkan juga membuktikannya tentang betapa kuatnya iman katolik. Bagaimana dengan membuktikannya? Tentu saja dengan perbuatan nyata, misalnya tidak menjadi munafik terhadap Tuhan dan sesama. Misalnya: kita berjanji akan menjadi orang baik apabila keinginan kita terkabul, namun saat keinginan terkabul, eh kita malah berdosa lagi. Lalu relasi dengan sesama, kita berjanji ini dan itu, eh malah munafik. Oleh karena itu saudara-saudari yang terkasih, kebaikan hendaknya dilakukan dengan perbuatan nyata dan perlu bukti.

Minggu Biasa XXVII
Matius 21: 33-43
Menjadi seorang pewarta sabda itu haruslah sportif. Maksudnya adalah, jangan iri terhadap keberhasilan orang lain. Biarlah orang lain melakukan apapun yang hebat, yang penting bermanfaat bagi sesama. Injil hari ini mengajak kita untuk membuat semua sifat curang di dalam diri kita sendiri. Kecurangan yang kita pelihara dalam diri tidak akan pernah menguntungkan, melainkan hanya akan menghancurkan. Dalam melakukan sebuah keberhasilan, hendaknya kita selalu berserah kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang empunya sebuah karunia dan keberhasilan.

Minggu Biasa XXVIII
Matius 22: 1-14
Perumpamaan perjamuan nikah yang diceritakan dalam Injil hari ini, sangatlah mirip dengan sebuah tugas perutusan yang setiap orang alami. Banyak orang yang merasa terpanggil untuk menjadi pewarta kabar baik, namun sedikit yang dipilih. Alasan Tuhan memilih orang tertentu, karena tergantung dari pribadi orang tersebut. Apabila ia menjalani kehidupannya dengan baik dan benar akan semua peraturan, bisa dipastikan ia sanggup menghadapi semua tantangan yang terjadi. Akan tetapi bagi yang selalu brutal dalam menjalani aktivitas, tentu sulit untuk menghadapi semua tantangan. Oleh karena itu, jikalau Tuhan telah memanggil kita untuk bekerja di ladangnya, janganlah membuat Tuhan kecewa. Tanggapilah semua panggilan tersebut dengan kesetiaan.

Minggu Biasa XXIX
Matius 22: 15-21
Apabila kita telah diberikan sebuah waktu untuk bersama Tuhan, janganlah kita gunakan untuk bertemu dengan orang lain. Apabila kita diberikan Tuhan untuk merenung, janganlah kita merenung tentang orang lain. Injil hari ini mengajarkan kita betapa pentingnya memberikan apa yang baik bagi Tuhan sebelum memberikan kepada orang lain. Misalnya: bagaimana mungkin kita mengatakan cinta kepada seorang pacar melebihi samudra, sedangkan cinta kita kepada Tuhan hanya setengah ombak. Tuhan tidak pernah meminta kita yang macam-macam, Tuhan hanya meminta kita supaya saling mengasihi. Oleh karena itu, janganlah kita membatasi semua yang ingin kita berikan kepada Tuhan. Jika kita ingin memberikan sebuah cinta dan bakti, maka berikanlah dengan penuh ketulusan hati.

Minggu Biasa XXX
Matius 22: 34-40
Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini sungguh luar biasa amanatnya. Amanat yang diberikan, yakni supaya kita saling mengasihi sesama. Kita perlu memberikan kasih kepada sesama. Apabila ada yang bersedih, hendaknya kita hibur. Apabila ada yang kesepian, hendaknya menjadi kawan. Hidup akan sungguh bermakna jikalau kita saling mengasihi dan menganggap sesama menjadi saudara. Persaudaraan yang sejati tidak mengenal kecewa dan sakit hati. Apabila terjadi masalah, maka yang harus dihilangkan adalah masalah, bukan persaudaraan.

Minggu Biasa XXXI
Matius 23:1-12
Injil hari ini mengajarkan dan memberi sebuah inspirasi bagi saya secara pribadi. Saya mempunyai sebuah impian untuk menjadi seorang pemimpin. Akan tetapi yang menjadi masalah, bagaimana mungkin saya bisa menjadi pemimpin apabila saya kurang disiplin. Bagaimana saya bisa memimpin diri sendiri jika saya sulit mengatur diri saya. Saya teringat waktu mendapat tugas menjadi pemimpin lagu. Saking gugupnya saya menjadi jelek dalam memimpin lagu. Ayah saya begitu kesal dengan saya. Saya juga pernah merasa sombong kepada ayah saya tentang bernyanyi yang baik dan benar. Dalam hal ini, saya merasa tidak pernah konsisten dengan omongan mulut saya sendiri. Saudara-saudari yang terkasih, apabila kita memberikan sebuah ajaran kepada orang lain, maka hendaknya kita juga melakukan. Janganlah kita menjadi tong yang berbunyi nyaring. Lakukanlah hal yang sederhana: jika kita memberi semangat kepada orang lain, maka diri sendiri harus semangat. Apabila menegur kesalahan orang lain, diri kita sendiri harus koreksi. Hidup ini kita perlu orang lain. Kita tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu, jangan hanya bisa memerintah orang lain, namun juga perlu menegur diri sendiri.

Minggu Biasa XXXII
Matius 25: 1-13
Jikalau kita akan ujian pagi ini, maka haruslah belajar dari hari-hari kemarin, bukan pakai sistem kebut semalam. Jelas tidak akan mudah masuk. Injil hari ini mengajarkan saya akan sebuah kedisiplinan. Apabila kita disiplin, maka kita akan menjadi seorang yang taat. Sebagai seorang pewarta sabda juga seperti itu. Kita hendaknya mempersiapkan segalanya sebelum melayani Tuhan dan sesama, barulah kita dapat semangat melayani Tuhan dan sesama. Segala sesuatu akan menghasilkan buah yang berlimpah apabila dipersiapkan dengan baik. Entah itu baik atau jelek, itu urusan yang kesekian, yang penting sudah berusaha sebelum tertinggal pesawat.

Minggu Biasa XXXIII
Matius 25: 14-30
Saya senang menjadi pemimpin. Saya tidak tahu apa penilaian orang lain terhadap diri saya. Saya menilai bahwa diri saya ini adalah seorang pekerja keras meskipun masih hidup bersama kedua orang tua. Saya sadar bahwa saya masih meminta uang dan keperluan lain kepada orang tua saya. Itulah sebabnya saya tidak boleh menghilangkan sebuah kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Dalam perjalanan saya menjadi calon pewarta sabda, banyak hal yang saya temui. Entah itu pengalaman buruk maupun pengalaman baik, saya selalu menerima itu dengan hati yang tulus. Menjadi pewarta sabda memang tidak selalu manis, karena banyak masalah yang akan kita hadapi. Akan tetapi, semakin kita kuat dalam menghadapi semua masalah, maka kita akan semakin bertumbuh dewasan menjadi seorang yang beriman kuat.

Dipublikasi di Pastoral Dasar | Meninggalkan komentar